Fakta Unik Candi Abang Jogja, Tempat Tinggalnya Para Dewa yang Mirip Bukit Teletubbies

Ide Wisata161 Dilihat


Candi Abang di Jogja dikenal sebagai kediaman para dewa dan menawarkan pemandangan unik mirip Bukit Teletubbies.

Candi yang terletak di Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Yogyakarta ini belakangan menarik perhatian masyarakat. Hal ini disebabkan terpilihnya Kandy Abang sebagai lokasi syuting serial populer asli Indonesia “Kretek Girl”.

Dalam serial tersebut, Kandi Abang dijadikan sebagai makam Dasia atau Jeng Ya yang diperankan oleh Diane Sastrowardoyo dan muncul di episode terakhir.

Candi ini tidak hanya menjadi situs sejarah dan budaya saja, namun juga menyimpan berbagai fakta unik yang menarik untuk ditelusuri.

Fakta Unik Candi Abang Sleman

Fakta Unik Candi Abang Sleman
Foto oleh Zunan Arif di Google Maps

1. Candi berbentuk limas

Candi Abang yang terletak di Yogyakarta merupakan candi dengan struktur piramida dan terdapat sumur di tengahnya. Candi ini berdiri kokoh di atas sebuah bukit dengan alas berukuran sekitar 36 x 34 meter, namun ketinggian sebenarnya belum dapat dipastikan.

Tangga masuknya terbuat dari batu putih atau kapur, dan beberapa bangunan candi menggunakan batu andesit yang masih belum jelas fungsinya.

Periklanan. Gulir untuk melanjutkan membaca.

2. Tempatnya di atas bukit.

Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Candi Abang terletak di atas bukit setinggi sekitar enam meter. Dari luar sulit menebak bahwa terdapat situs candi di bukit ini.

Tingginya lokasi tersebut disebabkan oleh kepercayaan masyarakat Hindu-Budha yang menganggap tempat tinggi merupakan tempat suci tempat bersemayamnya para dewa dan dewi. Bukit ini tampak hijau saat musim hujan dan tandus saat musim kemarau.

3. Bangunan candi bata merah.

Nama “Candi Abang” berasal dari kata Jawa “abang” yang berarti merah, mengacu pada warna batu bata yang digunakan dalam pembangunannya.

Penggunaan batu bata menjadikan candi ini unik karena sebagian besar candi di Yogyakarta dibangun dengan batu andesit.

Baca Juga  Pantai Viovio, Pantai Pasir Putih di Batam yang Dihiasi Gugusan Pulau Eksotis

Sebagaimana dijelaskan Eiserman dalam karyanya “Beschrijving der Oudheden nabij de grens der residensi Soerakarta en Djogdjakarta” terbitan tahun 1891, candi ini dibangun dari batu bata padat. Hal ini dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

4. Masih ada sampah

Berdasarkan informasi dari website Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Candi Abang saat ini hanya berupa reruntuhan. Struktur utama candi runtuh, seperti yang dijelaskan oleh Eiserman dan New Jersey. Krom menjelaskan hal ini lebih lanjut dalam bukunya “Inleiding Tot De Hindoe-Javaansche Kunst” yang diterbitkan pada tahun 1920.

Dari kejauhan, tempat bersejarah ini tampak seperti gundukan tanah yang ditumbuhi rerumputan hijau, cocok dijadikan tempat menenangkan diri.

5. Situs Peninggalan Purba Mataram

Dibangun dengan gaya Budha, Candi Abang Jogja diyakini berasal dari masa Kerajaan Mataram Kuno sekitar abad ke-9 atau ke-10. Pada tahun 1932, peneliti menemukan sebuah prasasti bertanggal 794 Saka atau 872 Masehi.

Namun penemuan prasasti tersebut belum dapat secara meyakinkan dijadikan pedoman untuk menentukan tahun dibangunnya Candi Abang.

6. Termasuk warisan budaya.

Situs bersejarah di Jogja ini telah dibuka sebagai situs cagar budaya. Candi Abang menjadi destinasi populer di kalangan wisatawan yang tertarik melihat keistimewaan candi ini dan mengambil foto dari atas bukit.

7. Yoni, monumen peninggalan agama Hindu

Sebuah yoni, unsur khas yang menandai candi sebagai situs sejarah keagamaan Hindu, ditemukan di situs Candi Abang. Yoni pada candi ini berbentuk segi delapan dengan panjang sisi sekitar 15 cm.

Di sisi selatan candi terdapat batu berbentuk katak yang dikenal secara lokal sebagai batu katak, meskipun tidak ada penjelasan rinci mengenai hal tersebut. Di puncak candi terdapat sebuah sumur yang dikenal dengan nama Sumur Bandung.

Baca Juga  Petirtaan Watugede, Tempat Pemandian Kerajaan yang Menyimpan Berbagai Cerita Masa Lalu di Malang

8. Kuil ini dijaga oleh makhluk tak kasat mata

Kuil ini dijaga oleh makhluk tak kasat mata
Foto oleh Danish Raditya Nugroho di Google Maps

Berdasarkan laman Perpustakaan Nasional, warga sekitar meyakini Candi Abang dijaga oleh makhluk halus bernama Kyai Jagal yang digambarkan bertubuh besar dan berambut panjang.

Pada masa pendudukan Jepang, banyak warga yang mengungsi ke kuil ini karena percaya bahwa Kyai si Penjagal akan melindungi mereka.

Selain itu, ada kepercayaan bahwa di dalam Candi Abang terdapat sebongkah emas seukuran kerbau, namun tidak ada yang berani membuktikannya.

9. Mitos Candi Abang

Ada mitos lain seputar Candi Abang, antara lain kisah harta karun dan orang yang mencari ilmu gaib di sana.

Mitosnya mengatakan bahwa pada waktu-waktu tertentu awan di atas candi tampak berwarna merah, namun hanya orang tertentu saja yang dapat melihatnya.

Fakta di atas menjadikan Candi Abang di Jogja menjadi destinasi wisata menarik penuh misteri.


databaru.my.id