Museum Benteng Vredeburg, Wisata Edukasi Favorit di Yogyakarta

Ide Wisata117 Dilihat


Museum Benteng Fredeburg merupakan salah satu tempat wisata sejarah Jogja yang menggambarkan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Benteng ini dikelilingi oleh bangunan-bangunan zaman Belanda.

Harga tiket: 3000 rupiah Indonesia, Jam kerja: 09.00-15.00, Alamat: Jl. Margo Mulyo No.6, Ngupasan, Kech. Gondomanan, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta; Map: Periksa lokasi

Bangunan bergaya klasik itu masih berdiri kokoh hingga saat ini, meski sempat beberapa kali dibom.

Karena bangunan ini merupakan peninggalan kolonial Belanda, tentunya mempunyai nilai sejarah yang besar yang dapat digunakan untuk keperluan pengajaran. Seiring berjalannya waktu, benteng ini dimanfaatkan oleh pemerintah Yogyakarta sebagai objek wisata.

Dengan adanya pembenahan tersebut, benteng yang awalnya digunakan sebagai tempat pertahanan kini menjadi kawasan wisata Jogja yang menarik. Selain berwisata untuk tujuan wisata, pengetahuan Anda tentang sejarah benteng ini juga akan bertambah.

Di bagian selatan tempat parkir museum terdapat taman yang ditumbuhi rumput. Sebelum memasuki area museum, Anda akan melewati parit kecil di depan gerbang masuk yang bertuliskan nama benteng.

Tepat di depan gerbang masuk, inilah spot foto favorit para wisatawan yang berkunjung ke Museum Benteng Fredeburg.

Periklanan. Gulir untuk melanjutkan membaca.

➥ Paket Tour Jogja selama 4 hari 3 malam ke destinasi wisata populer

Atraksi Museum Benteng Fredeburg

Atraksi Museum Shutterstock Benteng Fredeburg
Foto oleh Mzynasx di Shutterstock

Dekat dengan tempat wisata lainnya

Museum Fort Fredeburg yang terletak di salah satu kawasan wisata terkenal ini menjadi tempat yang wajib dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

Malioboro adalah nama ikon wisata kota yang dikenal dengan nama kota Gudeg ini. Kawasan yang kini disebut “pejalan kaki” ini masih berada dalam satu kompleks dengan benteng bersejarah Yogyakarta.

Saat berkunjung ke Malioboro, luangkan waktu untuk mengunjungi Museum Benteng Vredeburg. Namun jangan sampai terlambat ketika berencana mengunjungi museum ini karena tour berakhir pada pukul 16.00.

Di sebelah utara museum terdapat pasar tradisional khas Yogyakarta tempat Anda dapat membeli oleh-oleh dan membawanya pulang. Di pasar tiga lantai ini, Anda bisa menemukan produk seperti bakpia dan selai kacang yang renyah.

Setelah menikmati wisata Benteng Fredeburg, Anda dapat menuju ke selatan menuju halaman Keraton Utara Yogyakarta. Selain menjadi tempat persinggahan Raja Hamenku Buwono dan putra-putrinya, keraton ini juga terbuka untuk wisatawan umum. Bahkan, jumlah wisatawan yang berkunjung setiap harinya bisa mencapai ratusan bahkan ribuan saat hari libur.

Nilai sejarah yang kaya

Museum yang dulunya merupakan benteng pertahanan milik bangsa Indonesia ini dirancang menjadi tempat yang penuh dengan sejarah. Banyak cerita dan nilai sejarah yang bisa kita persepsikan sebagai upaya melestarikan budaya.

Baca Juga  Puncak Becici Dlingo, Wisata Hutan Pinus & Panorama Senja di Bantul Jogja

Benteng pertahanan yang dibangun Belanda pada tahun 1767 ini bertujuan untuk memperkuat pertahanan Keraton Yogyakarta pada masa Hamengku Buwono pertama. Tentu saja dengan persetujuan raja, Belanda yang masih mempunyai siasat tersebut membangun benteng di utara keraton.

Pembangunan yang memakan waktu 20 tahun sempat tertunda oleh Hamengku Buwono. Hal ini terjadi karena bertepatan dengan perbaikan halaman istana.

Benteng Fredeburg menjadi saksi bisu peristiwa penyerangan umum 1 Maret yang mengakibatkan warga sekitar menguasai Yogyakarta hanya selama 6 jam. Peristiwa pertempuran berdarah tersebut kini diperingati dengan tugu peringatan di selatan benteng.

➥ Promosi hotel di Jogja

Alamat dan rute menuju lokasi

Alamat Museum Shutterstock Benteng Fredeburg
Foto oleh Mzynasx di Shutterstock

Alamat tempat wisata sejarah ini adalah Jalan Margo Mulyo No. 6, Ngupasan, Kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta. Ada banyak rute yang bisa Anda tempuh ketika mengunjungi museum ini.

Pertama, jika mengambil jalur dari utara, dari arah tugu Pal Putih belok ke selatan. Memasuki Jalan Margo Utomo, jalan akan terus lurus tanpa berbelok hingga bertemu dengan jalur kereta api.

Selanjutnya anda akan diarahkan ke kiri melewati aliran Kali Code, setelah aliran tersebut akan ada lampu merah. Kemudian belok kanan ambil jalur kiri menuju Jalan Abu Bakar Ali, disinilah Anda akan mencapai jalur utama menuju Malioboro. Begitu Anda melewati pusat perbelanjaan di Jalan Malioboro, Anda akan segera melihat Museum Benteng Fredeburg di sisi kiri jalan.

Jika mengambil jalur dari pantai artinya dari Jalan Parangtritis ke utara hingga lampu merah di sudut Benteng Wetan.

Lanjutkan ke utara, masuk ke Jalan Brigjen Katamso. Di sisi kanan jalan Anda akan melihat pusat perbelanjaan barang elektronik terbesar di Yogyakarta. Setelah sampai di pertigaan Jalan Panembahan Senopati, belok kiri dan sampai di Kilometer Nol.

Dari Kilometer Zero Anda bisa melihat bagian luar benteng. Saat memasuki kawasan Museum Benteng Vredeburg, Anda harus menyeberang terlebih dahulu ke sisi kanan jalan.

Mudah bukan untuk menemukan lokasi benteng ini? Atau, jika Anda sudah memiliki gadget yang rumit, Anda bisa mencari bantuan sepanjang perjalanan melalui aplikasi yang tersedia.

➥ Tiket masuk Museum Sejarah Jawa di Yogyakarta.

Biaya masuk dan jam buka

Biaya masuk ke objek wisata bersejarah ini tidak akan terlalu menguras kantong Anda. Biaya masuk untuk anak-anak sebesar Rp 2.000 dan untuk dewasa hanya Rp 3.000. Ada harga khusus untuk turis asing dari luar negeri yaitu Rp 10.000 per orang.

Baca Juga  Cagar Alam Leuweung Sancang, Destinasi Wisata Hits yang Sarat Mitos di Garut

Tempat parkir kendaraan bermotor wisata dikenai biaya Rp 3.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 5.000 untuk kendaraan roda empat. Harga yang sangat terjangkau ini akan membantu Anda menghemat pengeluaran liburan Anda. Uang yang dihemat kemudian digunakan untuk membeli oleh-oleh atau mencicipi kuliner terkenal Yogyakarta.

Kegiatan yang menarik

Acara Shutterstock di Museum Fort Fredeburg
Foto oleh Ryan Zulkudsi di Shutterstock

1. Lihat pameran

Museum Benteng Vredeburg mempunyai ruang khusus untuk pameran. Berbagai organisasi dan individu dapat menyewa ruang ini untuk memamerkan karyanya. Untuk biaya sewa yang harus dibayar, manajemen menetapkan tarif tertentu berdasarkan lama penggunaan.

Biasanya terdapat pameran seni rupa yang diadakan oleh para seniman di wilayah kota Yogyakarta. Nuansa klasik pada ruangan memberi nilai seni lebih pada karya yang semakin indah.

Seharian akan berlalu dengan cepat jika melihat satu demi satu karya-karya yang memiliki nilai tersendiri di mata seniman ini.

2. Ambil foto dengan tema tahun 90an.

Bagi Anda yang menyukai fotografi, museum ini bisa menjadi tempat yang bagus untuk mengambil foto. Banyak sudut bangunan benteng yang bisa dijadikan backdrop foto.

Pemilihan tema juga akan mempengaruhi hasil foto itu sendiri. Jika Anda pernah melihat sebelumnya, benteng ini memiliki desain bangunan dengan sentuhan gaya klasik tahun 90an. Saat menyesuaikan latar belakang, Anda dapat memilih tema tahun 90an untuk mengambil foto berbeda dari benteng ini.

Anda bisa menggunakan lensa kamera atau lensa gadget di setiap foto. Untuk mendapatkan hasil terbaik, usahakan mencari kawasan yang relatif sepi dari wisatawan lain. Hal ini dipilih untuk memastikan tidak ada gangguan dari orang lain yang dapat merusak hasil pengambilan gambar Anda.

3. Menonton di Mini Cinema.

Bioskop mini di Museum Benteng Fredeburg terletak di dekat gerbang masuk museum, di sisi kiri jalan wisata utama. Ukurannya tidak terlalu besar, karena namanya Bioskop Mini, ternyata lebarnya tidak lebih dari 10 meter.

Biasanya, anak-anak sering masuk dengan penuh minat ke salah satu ruangan yang disediakan pihak pengelola museum. Mereka akan duduk berjajar dan bersiap menonton film yang akan ditayangkan. Genre film yang ditampilkan didedikasikan untuk kisah perjuangan dan sejarah Benteng Fredeburg itu sendiri.

Berdurasi 1-2 jam, film ini akan ditayangkan di Mini Cinema dengan tambahan efek suara yang akan menambah minat anak-anak menonton film bersejarah ini. Tidak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk menonton di bioskop ini, karena biaya tersebut sudah termasuk jika Anda membayar tiket terlebih dahulu.

Baca Juga  Bukit Bengkaung, Menyaksikan Pesona Alam dari Atas Ketinggian Sembari Kulineran di Lombok Barat

4. Mengadakan pameran di Museum Fort Fredeburg.

Grup lokal atau grup dari luar daerah sering mengadakan pertunjukan/konser di kawasan benteng Fredeburg Jogja. Letaknya di bagian selatan tempat parkir museum, tidak jauh dari monumen Penyerangan Umum pada 1 Maret.

Area museum dipilih sebagai tempat acara karena lokasinya yang strategis. Konser/pertunjukan akan terlihat dari jalan utama. Hal ini akan menarik minat penonton luar yang pada akhirnya akan memasuki halaman museum untuk menyaksikan acara tersebut.

Pemerintah setempat juga sering menggunakan lahan Museum Benteng Vredeburg untuk acara-acara khusus. Misalnya saja pada festival musik tahunan yang diadakan pemerintah daerah, beberapa kelompok anak sekolah Yogyakarta terwakili dalam acara tersebut.

5. Melihat berbagai diorama gulat.

Tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke museum tidak menyempatkan diri untuk melihat berbagai jenis diorama yang dibuat khusus untuk mengenang suatu hal/peristiwa tertentu.

Museum ini memiliki 4 ruangan yang berisi diorama yang menggambarkan peristiwa perjuangan bangsa Indonesia. Ruang pertama memberikan gambaran mengenai kegiatan gerilya yang dilakukan Pangeran Diponegoro di selatan Yogyakarta.

Kemudian masuk ke ruang kedua diorama, Anda akan melihat jalur mulai dari proklamasi kemerdekaan hingga agresi militer yang dilakukan Belanda terhadap Indonesia. Selain itu, diorama ketiga memberikan informasi tentang peristiwa yang terjadi setelah disetujuinya Perjanjian Renville.

Ruang terakhir menggambarkan masa Negara Republik Indonesia melalui beberapa peristiwa pasca kemerdekaan hingga berdirinya Orde Baru. Sangat menarik bukan? Anda bisa mengetahui lebih jauh sejarah Indonesia dengan melihat diorama yang tersaji di Museum Benteng Fredeburg.

Fasilitas yang tersedia di kawasan wisata

Museum Shutterstock Benteng Fredeburg
Foto oleh Mzynasx di Shutterstock

Di dalam Museum Fort Fredeburg terdapat beberapa fasilitas untuk pengunjung. Taman halaman museum dapat dijadikan spot berfoto oleh pengunjung yang baru datang dan keluar dari mobilnya. Bisa dibilang taman ini adalah sebuah wahyu ketika Anda memasuki tur museum sejarah.

Toilet umum juga disediakan oleh pihak pengelola museum. Bahkan kamar mandi terletak di setiap sudut benteng persegi ini.

Berikan saja sejumlah uang untuk bisa menggunakan kamar mandi ini. Tak hanya itu, museum ini juga memiliki musala dan musala yang terletak di gerbang masuk.

Tujuan utama mengunjungi Museum Fort Fredeburg Jogja adalah untuk mengetahui nilai sejarah yang ada di dalamnya. Dengan berbagai fasilitas yang lengkap, museum ini pasti akan membuat pengunjungnya betah dan nyaman.


databaru.my.id