Lobang Jepang, Destinasi Wisata yang Sarat Nilai Sejarah di Bukittinggi

Ide Wisata263 Dilihat


Terletak di kota Bukittinggi, Lobang, Jepang mengajak pengunjung menjelajahi destinasi wisata penuh nilai sejarah, penuh rahasia dan nuansa mistis yang memperkaya pengalaman perjalanan.

Harga tiket: 8.000 rupee Indonesia, Jam kerja: 08.00–18.00 WIB, Alamat: Jl. Panorama, Bukit Changang Kayu Ramang, Kech. Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat; Map: Periksa lokasi

Berwisata ke “Lubang Jepang” di Bukittinggi tidak hanya akan memberikan Anda liburan seru, tapi juga berbagai hal menarik. Beberapa hal yang dibahas adalah mengetahui makna sejarah keberadaan gua serta memiliki pengalaman mistis. Proyek terowongan bawah tanah ini diyakini dimulai pada tahun 1942 saat tentara Jepang menduduki Bukittinggi.

Tujuan utamanya adalah untuk melindungi tentara Jepang. Selain itu juga digunakan untuk menyimpan stok senjata dan pos pengamatan. Tempat-tempat yang saat ini dijadikan tempat wisata tidak hanya memiliki nilai sejarah, namun juga cerita sedih. Bagaimana tidak, terowongan sepanjang sekitar 1.400 meter itu dibangun oleh WNI yang menjadi tawanan tentara Jepang. istilah ini dikenal dengan kerja paksa Romusha.

Bisa dibayangkan kalau saat itu belum ada alat berat. Mungkin saat itu yang ada hanya alat-alat modern berupa cangkul dan sekop. Banyak pekerja meninggal karena kelaparan dan penyakit. Semua karena kurangnya perbekalan makanan dan kebutuhan medis saat itu. Apalagi jika para pekerja Romusha terpaksa harus bekerja setiap hari meski sedang sakit.

Daya tarik lubang Jepang

Daya tarik lubang Jepang
Foto Diyanno 80 di Google Maps

Meskipun banyak cerita sedih, Lubang Jepang memiliki daya tarik sehingga banyak wisatawan yang mengunjunginya. Pengunjung yang datang sebagian besar merupakan mereka yang mampu mengatasi rasa takutnya terhadap aura yang tidak biasa. Seperti yang dikatakan sebelumnya, objek wisata ini penuh dengan banyak hal mistis dan aura aneh.

Periklanan. Gulir untuk melanjutkan membaca.

Nilai sejarah lubang Jepang

Daya tarik yang pertama adalah nilai sejarah. Sebelumnya diberitakan, tujuan dibangunnya terowongan bawah tanah ini adalah untuk digunakan sebagai gudang senjata. Lambat laun, tempat tersebut akhirnya mulai digunakan oleh para pejabat Jepang sebagai tempat pertemuan rahasia.

Gua pertama dibangun pada tahun 1942 atas prakarsa Letnan Jenderal Moritake Tanabe yang saat itu menjabat sebagai panglima militer tentara Jepang. Gua-gua di Bukittinggi bukan satu-satunya yang akan kita bahas kali ini. Masih banyak lagi yang tidak terlalu jauh. Namun yang dijadikan objek wisata hanyalah Lubang Jepang saja.

Baca Juga  Wisata Batu Katak, Objek Wisata Alam dengan Sejuta Pesona di Langkat

Faktanya, pembangunannya tidak selesai karena tentara Jepang berencana membangun kota bawah tanah. Dengan menghubungkan beberapa gua yang ada, tujuan mereka saat itu hampir tercapai. Sayangnya, tragedi pengeboman Hiroshima dan Nagasaki memupus harapan mereka karena terpaksa menyerah ke tangan Sekutu.

Keunikan gua

Gua ini memiliki panjang sekitar 1.470 meter dan memiliki bentuk unik tidak beraturan. Dari pintu masuk saja sudah terlihat keunikannya. Pengunjung harus menuruni 130 anak tangga hingga kedalaman sekitar 40 meter diukur dari dasar Ngarai Sianok. Dulunya, pintu masuk utama hanya sebesar ban mobil dan hanya bisa dimasuki dengan merangkak.

Tak heran jika ukuran tersebut digunakan, karena lubang Jepang juga digunakan sebagai tempat pengintaian. Namun ketika menjadi objek wisata, pintu masuknya diperlebar agar memudahkan pengunjung untuk datang. Dinding yang ada sengaja dibuat bergelombang untuk meredam gema. Namun kini telah direnovasi dan beberapa bagian sudah dilapisi semen.

Begitu Anda menginjak anak tangga terakhir, 6 koridor dengan ukuran dan bentuk yang sama menanti Anda. Pengunjung yang baru pertama kali datang ke lokasi diminta berhati-hati agar tidak tersesat. Setiap lorong mempunyai fungsinya masing-masing. Ada pula yang digunakan sebagai gudang amunisi, kantin, dan tempat penyiksaan.

Penuh rahasia dan berbau mistis

Daya tarik Japanese Hole selanjutnya adalah banyak hal mistis yang bisa kamu temukan di sini. Banyak kesaksian pengunjung yang mendengar jeritan kesakitan dari salah satu koridor. Tempat yang paling mengerikan adalah ruang makan dan tempat penyiksaan. Kesan mistis semakin kuat karena objek wisata ini minim peralatan penerangan.

Apalagi masih banyak misteri yang belum terpecahkan. Sebut saja tanah galian yang saat ini belum ditemukan. Bahkan penduduk setempat tidak pernah menyangka bahwa gua ini ada sejak pertama kali dibangun dan akhirnya ditemukan pada tahun 1946. Letnan Jenderal Moritake Tanabe selaku pemimpin megaproyek ini hingga saat ini belum diketahui keberadaannya.

Alamat dan rute menuju lokasi

Alamat lubang Jepang
Foto Fauzi ST di Google Maps

Lubang Jepang terletak di dekat objek wisata Janjang Saribu yang dikenal dengan Tembok Besar Bukittinggi, yaitu Jalan Panorama, Bukit Kangan Kayu Ramang, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Letaknya tidak terlalu jauh dari pusat kota, perjalanan dengan kendaraan bermotor hanya memakan waktu sekitar 20 menit saja.

Baca Juga  Candi Sewu, Candi Buddha Megah & Eksotis Dekat Prambanan

Namun jika memulai perjalanan dari Kota Padang maka perjalanan akan memakan waktu sekitar 2 jam. Menemukan tempat ini tidaklah sulit, apalagi akses menuju rumahnya bagus, sebagian besar jalan beraspal. Jika Anda tidak yakin, Anda bisa menggunakan panduan Google Maps. Anda juga bisa melihat rambu-rambu jalan yang tersebar di beberapa titik.

Biaya masuk dan jam buka

Bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman liburan berbeda di Lubang Jepang Bukittinggi, siapkan tiket masuk sebagai kebutuhan pokok. Tidak terlalu mahal, hanya 8000 rupee untuk dewasa dan 5000 rupee untuk anak-anak. Harga ini dapat berubah sewaktu-waktu, tergantung kebijakan manajemen.

Selain biaya masuk, ada biaya parkir. Namun kali ini diperuntukkan khusus bagi pengunjung yang datang menggunakan mobil pribadi. Roda empat atau mobil berharga Rs 5.000 sedangkan sepeda motor hanya berharga Rs 2.000. Anda bisa datang kapan saja karena tempat wisata sejarah ini buka setiap hari.

Kegiatan yang menarik

Aktivitas lubang Jepang
Foto oleh Sco Tyden di Google Maps

Meski hanya sekedar objek wisata sejarah, Japan Hole cukup menarik digunakan untuk berbagai keperluan terkait aktivitas. Memang tidak seberapa jika dibandingkan dengan wisata alam, namun setidaknya aktivitas berikut ini layak dilakukan di lokasi!

1. Lewati terowongan bawah tanah.

Dengan bukaan yang tidak terlalu lebar, sekitar 2 meter, pengunjung bisa menjelajahi gua tersebut. Ukurannya yang besar membuat kegiatan ini semakin menyenangkan. Apalagi, sumber lain menyebutkan panjang gua yang menjadi objek wisata itu sekitar 8 kilometer.

Namun pengunjung hanya bisa mengakses jalan sepanjang 700 meter. Jarak ini tidak lurus, namun memiliki banyak tikungan yang bisa membuat Anda tersesat. Bayangkan saja ketika Anda berada di Lubang Jepang, Anda berada dalam sebuah labirin. Agar tidak tersesat, ada baiknya menyewa pemandu.

2. Mempelajari sejarah perjuangan bangsa.

Kami berharap dengan mengunjungi objek wisata ini, Anda dapat belajar tentang kerja keras perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah Jepang saat itu. Sebagian besar pekerja Romushi didatangkan dari Pulau Jawa dan Kalimantan, sehingga mereka sama sekali asing dengan wilayah tersebut, meski berhasil lolos dari kejaran tentara Jepang.

Jumlah lubang atau lorong yang ada di dalam gua tersebut sedikitnya ada 21 dengan fungsi yang berbeda-beda. Satu tempat bahkan memiliki jebakan yang dirancang untuk penyusup yang masuk. Perangkapnya berupa lubang tanah yang ditancapkan bambu runcing ke dalamnya. Berjalan menyusuri koridor sempit, Anda dapat mempelajari bagaimana bangunan-bangunan ditata, menghubungkan satu koridor dengan koridor lainnya.

Baca Juga  Pantai Sejarah Batubara, Keindahan Tersembunyi dengan Cerita Masa Lalu di Sumatera Utara

3. Berburu foto

Tak hanya pemandangannya yang layak untuk difoto, Lubang Jepang di Bukittinggi juga layak untuk diabadikan karena menyimpan banyak hal unik yang bisa dijadikan backdrop foto. Banyak wisatawan yang mengabadikan momen liburannya dengan berfoto di salah satu lorong. Contohnya adalah lorong yang digunakan sebagai ruang penyimpanan senjata.

Ada juga yang menggunakan pintu masuk atau keluar sebagai background fotonya. Pemilihan lokasi ini dinilai tepat karena kedua jalan tersebut sudah ditandai dengan nama tempat wisata yang dikunjungi. Kini acara ini perlu dibagikan ke media sosial atau sekedar kenang-kenangan.

4. Uji keberanian Anda

Yakin ingin mengunjungi Lubang Jepang di Bukittinggi? Jika Anda merasa ragu, ada baiknya jika Anda mengurungkan niat tersebut. Banyak pengunjung yang setelah masuk ke dalam gua akhirnya ingin keluar. Pasalnya, banyak hal mistis yang terjadi saat memasuki terowongan tersebut.

Namun, jika Anda ingin berwisata sambil menguji nyali, tentunya tidak ada masalah untuk melanjutkan niat berkunjung. Usahakan untuk tidak sendirian atau ditemani 2-3 orang. Berkumpul atau membentuk kelompok merupakan pilihan utama untuk mengatasi rasa takut. Silakan bergabung dengan grup lain jika Anda datang sendiri.

Fasilitas yang tersedia di kawasan wisata

Kompleks pengeboran Jepang
Foto oleh Suranta Teo di Google Maps

Tidak ada fasilitas di Japanese Hole selain pemandu atau pemandu wisata. Fasilitas penunjang bisa Anda temukan di luar objek wisata ini. Fasilitas yang dapat ditemukan antara lain tempat parkir, musala, dan toilet.

Fasilitas lainnya antara lain warung makan yang tersebar di beberapa lokasi. Meski tidak berlebihan, namun bisa digunakan untuk mengisi perut kosong atau saat sedang merasa haus. Tidak ada situs penting lainnya di tempat wisata ini jika hal di atas cukup untuk menjadikannya objek wisata yang layak untuk dikunjungi.

Saat berkunjung ke Bukittinggi Jepang, Anda harus mematuhi semua aturan yang berlaku. Usahakan untuk tidak bercanda diluar batas wajar. Bersenang-senang tentu diperbolehkan asalkan beretika. Apalagi objek wisata ini dikenal penuh dengan hantu dan hal-hal mistis.


databaru.my.id