Situ Sangiang, Pesona Alam Eksotis yang Sarat Mitos di Majalengka

Ide Wisata26 Dilihat


Rasakan pesona alam Situ Sangiang yang eksotik di Mahalengka yang penuh mitos, dengan telaga penuh legenda yang mempesona mengajak pengunjung menyelami kisah mistis yang mempesona.

Harga tiket: Rp15.000, Jam kerja: 24 jam, Alamat: Distrik San Giang. Banjaran, Kab. Mahalengka, Jawa Barat; Map: Periksa lokasi

Majalengka Jawa Barat memiliki banyak keindahan alam seperti Situ Sangiang yang cukup terkenal di kalangan wisatawan. Objek wisata Mahalengka ini menyuguhkan pemandangan danau di tengah suasana hutan yang cukup tenang. Cocok sekali bagi anda yang ingin menenangkan diri.

Di pintu masuk, pengunjung langsung disambut pepohonan rimbun. Melewati hutan dengan beragam flora dan fauna yang masih terjaga hingga sampai di lokasi telaga luas yang dikelilingi hutan. Tempat wisata yang masih berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremay ini juga menjadi tempat suci bagi penduduk setempat.

Jalur menuju Situ Sanjang ditata cukup rapi sehingga memudahkan wisatawan menikmati suasana. Keheningan alam dan panorama danau menciptakan suasana indah yang membuat wisatawan betah.

Objek Wisata Situ Sanjang

Harga tiket Situ Sanjang
foto Faisal di Twitter

Pesona alam yang indah

Wisata alam di Desa Sanjang ini menyuguhkan pesona keindahan danau yang tiada duanya. Tempatnya masih sangat alami, dengan hutan yang cukup lebat. Pepohonan yang rimbun merupakan suguhan yang disambut baik oleh para wisatawan, dan di beberapa jalan Anda bahkan dapat melihat akar-akar besar dari pohon-pohon tua.

Pemandangan alam yang masih mempertahankan kealamiannya ini menjadi salah satu daya tarik wisata. Banyak pengunjung Situ Sanjiang yang datang untuk menikmati kehijauan dan indahnya pemandangan danau serta hutan di sekitarnya.

Periklanan. Gulir untuk melanjutkan membaca.

Keanekaragaman flora dan fauna di hutan sekitar danau ini masih terjaga kelestariannya. Jika beruntung, wisatawan bisa menjumpai beberapa satwa liar yang hidup di hutan sekitar danau. Wisatawan yang berkunjung sering melihat binatang-binatang hutan seperti rusa, surili dan lutung.

Danau dengan mitos yang melegenda

Objek wisata telaga ini masih berada dalam kawasan lindung Taman Nasional Gunung Ciremay. Oleh karena itu tidak heran jika keindahan tempat ini tetap terjaga dengan baik. Keadaan danau yang menjadi fokus objek wisata seluas 19 hektar ini masih sangat bersih. Pengunjung dapat melihat ikan-ikan yang hidup di danau tersebut.

Baca Juga  Pantai Wediombo, Pantai Pasir Putih yang Menawan di Gunung Kidul

Selain keindahannya, Situ Sanjang juga kaya akan mitos dan cerita yang cukup terkenal di masyarakat. Kawasan tersebut diyakini sebagai tempat hilangnya kerajaan Talaga Manggung yang pernah berkuasa pada abad ke-15.

Kawasan sekitar juga merupakan tempat yang cukup sakral. Ikan-ikan di danau tersebut diyakini merupakan perwujudan tentara. Oleh karena itu, wisatawan dilarang memancing atau memancing di danau tersebut.

Suasana sejuk

Kawasan wisata Situ Sanjang menawarkan beragam danau dan hutan yang masih terjaga dengan baik. Suasananya begitu sejuk dan tenang karena kita berada di dalam hutan. Wisatawan akan berjalan melewati hutan untuk mencapai lokasi danau.

Pepohonan besar di hutan memberikan udara segar bagi wisatawan. Hutan sejuk ini juga menjadi habitat elang dan satwa liar lainnya. Kekayaan flora di kawasan hutan masih terpelihara. Pohon yang paling banyak mendapat perhatian adalah pohon Nunuk yang ukurannya cukup besar dan berumur ratusan tahun.

Alamat dan rute menuju lokasi

Alamat Situ Sanjang
Foto oleh Ade Nurakhmat di Google Maps

Salah satu tempat wisata alam Kabupaten Makhalengka ini dapat dengan mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Jaraknya sekitar 26 km dari pusat kota Mahalengka, Jawa Barat. Wisatawan dapat mencapai Situ Sanjang sekitar 48 menit dengan mobil.

Jika memulai dari Alun-Alun Mahalengka, ikuti saja jalan utama menuju Chigasong. Saat sampai di perempatan, belok kanan atau masuk ke jalan menuju kawasan Talaga.

Ikuti jalan menuju kawasan Maya melewati Plaza Maya. Jalan ini cukup ramai dengan angkutan umum dan jalan beraspal cukup mulus. Terus lurus hingga sampai di Persimpangan Sangiang.

Belok kiri untuk memasuki Desa San Giang sampai Anda menemukan tanda atau tanda yang menunjukkan tempat wisata. Perlu diketahui bahwa jalan desa ini tidak terlalu lebar, sehingga bagi anda yang datang dengan menggunakan mobil sebaiknya tidak berkendara terlalu kencang.

Biaya masuk dan jam buka

Biaya masuk pengunjung Situ Sanjang dikenakan biaya Rp 15.000 per orang. Tempat wisata alam ini buka setiap hari selama 24 jam. Namun pada hari-hari tertentu kawasan tersebut ramai dikunjungi wisatawan yang ingin berziarah ke makam di tepi danau. Sedangkan pada akhir pekan dan hari libur lebih ramai.

Pengunjung yang datang dengan kendaraan pribadi juga harus membayar biaya parkir. Terdapat biaya parkir sebesar Rp 2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 5.000 untuk mobil penumpang.

Baca Juga  Pantai Krui, Surganya Peselancar di Bandar Lampung yang Lagi Hits

Kegiatan yang menarik

Kegiatan di Situ Sanjang
foto Nuansa 104,2 FM CRB di Twitter

1. Nikmati pemandangan danau

Pemandangan danau yang tenang menarik wisatawan. Pengunjung objek wisata alam cantik ini bisa menikmati panorama indah danau yang dikelilingi hutan hijau.

Keindahan danau seluas 19 hektar ini menjadi pemandangan utama yang bisa dinikmati wisatawan. Anda bisa duduk-duduk di tepi danau dan bersantai sambil menyaksikan keindahan Situ Sanjang yang terhampar luas di tengah hutan lindung.

Bersantailah dan lupakan sejenak rutinitas pekerjaan atau rumah. Pemandangan indah dan udara segar – terapi gratis untuk menyegarkan tubuh dan pikiran Anda. Ketika Anda pulang dari liburan, tubuh dan pikiran Anda akan lebih segar dan Anda akan lebih siap menghadapi hari-hari yang akan datang.

2. Memberi makan ikan

Wisatawan bisa melihat ikan lele dan berbagai jenis ikan air tawar. Ikan-ikan itu berenang dengan cekatan mengelilingi danau. Pengunjung dapat memberi makan ikan dengan meminta izin kepada pengelola. Pastikan makanan tersebut aman untuk ikan tersebut.

Pengunjung juga harus mewaspadai batasan saat berwisata ke Situ Sanjiang, yakni dilarang memancing. Anda harus menghormati adat dan aturan kawasan danau ini karena tempat ini masih disakralkan oleh masyarakat setempat.

Dilarang menangkap atau menangkap ikan di danau tersebut. Uniknya lagi, jika ada ikan yang mati di danau tersebut, maka ia akan terkubur seperti orang mati. Hal ini masih dilakukan hingga saat ini karena sebagian masyarakat meyakini bahwa ikan yang ada di danau tersebut bukanlah ikan air tawar biasa, melainkan jelmaan para pendekar raja.

3. Berfoto di Situ Sanjang.

Hutan di sekitar danau sangat lebat di sini. Pepohonan hijau subur menutupi tepian danau, menciptakan sudut yang indah untuk berfoto. Wisatawan dapat memanfaatkan latar belakang pemandangan ini untuk mengambil foto yang bagus.

Ada gardu induk sederhana di tengah danau. Gardu Induk ini menjadi salah satu tempat favorit pengunjung untuk berfoto. Beberapa bebatuan di sekitar danau juga bisa menjadi spot foto yang bagus.

Saat mengambil foto, wisatawan harus berpose dengan tepat. Jagalah perilaku dan sopan santun anda selama berada di tempat ini. Ikuti instruksi atau pedoman yang diberikan saat mengambil foto.

Baca Juga  Pantai Pererenan, Destinasi Favorit Para Pecinta Surfing di Badung Bali

4. Berenang di danau

Di Situ Sanjang terdapat sebuah telaga yang disakralkan oleh masyarakat setempat dan dilindungi sebagai kawasan lindung. Oleh karena itu, tidak heran jika kondisi telaga ini masih sangat bersih dan alami. Airnya yang sejuk biasa digunakan untuk mandi oleh wisatawan yang ingin melihat danau maupun pengunjung wisata religi.

Berenang di danau bisa membuat tubuh lebih rileks dan segar. Namun, ada cara tertentu untuk berenang di danau ini. Biasanya orang yang berenang di danau mengenakan pakaian berwarna putih atau sesuai anjuran penjaga danau. Wisatawan tidak diperbolehkan berenang di danau tanpa izin Kunsen.

Selain airnya yang segar, air di telaga ini juga unik karena sedikit mengering saat musim hujan. Penduduk setempat kerap memanfaatkan kondisi danau ini untuk mengamati perubahan musim. Bebatuan yang ada di tepi danau akan semakin terlihat jelas seiring dengan surutnya air danau.

Fasilitas yang tersedia di kawasan wisata

Objek Situ Sanjang
Foto Saluran Sangiang L di Google Maps

Jalur pejalan kaki telah dibangun dari pintu masuk kawasan danau. Pengunjung bisa berjalan dengan nyaman tanpa khawatir terpeleset di tanah yang licin. Selain itu, tempat ini juga cukup bersih di sepanjang jalan dan sekitar danau. Wisatawan diimbau membantu menjaga kebersihan kawasan demi kenyamanan bersama.

Fasilitas lain yang tersedia di Situ Sanjiang adalah toilet untuk pengunjung. Jumlahnya memang sedikit, namun cukup untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang datang ke danau ini. Beberapa gazebo dilengkapi dengan bangunan sederhana namun nyaman di mana wisatawan dapat duduk, bersantai atau berfoto.

Terdapat juga tempat parkir yang dapat ditemukan di depan gerbang masuk. Kawasan ini juga dikenal sebagai destinasi wisata religi sehingga memiliki fasilitas untuk beribadah. Pengunjung juga tidak perlu khawatir soal makanan jika lapar karena terdapat beberapa warung makan sederhana di sekitar danau ini.

Nah itulah ulasan singkat mengenai keindahan yang ditawarkan Situ Sanjang di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Pesona alam dan beragamnya pelayanan yang diberikan menjadikan tempat ini layak untuk dijadikan tempat liburan akhir pekan bersama keluarga dan orang tercinta.




databaru.my.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *