Jembatan Limpapeh, Jembatan Megah & Ikon Kebanggaan Masyarakat Bukittinggi

Ide Wisata38 Dilihat


Jembatan Limpape yang megah dan diakui sebagai simbol kebanggaan masyarakat Bukittinggi mencerminkan ciri arsitektur sejarah Sumatera Barat yang menawan.

Harga tiket: Gratis, Jam kerja: 24 jam, Alamat: Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat; Map: Periksa lokasi

Kreativitas dan inovasi selalu membuahkan hasil yang berbeda, seperti halnya Jembatan Limpape. Alat yang berfungsi sebagai penghubung dua tempat yang dipisahkan oleh danau, sungai, jalan, dan lain-lain ini mempunyai daya tarik tersendiri bagi masyarakat lokal, wisatawan dalam dan luar negeri.

Jembatan di Bukittinggi ini selalu ramai dikunjungi oleh berbagai kalangan usia, mulai dari anak kecil, milenial hingga orang dewasa. Memang selain atraksi yang sudah ada, berbagai aktivitas menarik juga bisa Anda lakukan di sini. Jika Anda dan keluarga sedang mencari tempat liburan seru, menarik dan mengasyikkan, liburan berkualitas dengan biaya terbatas atau murah, berwisata ke jembatan bisa menjadi salah satu alternatifnya.

Atraksi Jembatan Limpape

Landmark Jembatan Limpape
Foto Fauzi ST di Google Maps

Jika suatu destinasi wisata banyak dikunjungi oleh orang-orang dari berbagai usia, maka bisa dipastikan destinasi tersebut memiliki ciri khas yang unik dan menarik. Selain itu, kawasan ini memiliki atraksi yang menarik wisatawan dari berbagai kalangan dan cocok untuk anak-anak. Inilah Objek Wisata Jembatan Limpape dengan Daya Tariknya Berikut Ini!

Simbol kebanggaan masyarakat Bukittinggi

Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat mempunyai berbagai daya tarik dan daya tarik yang unik. Dimulai dari kawasan tempat letak Jam Gadang yang konon merupakan kembaran Big Ben. Apalagi kota ini juga memiliki iklim yang sejuk dan menjadi kota wisata sejak tahun 1984. Wajar jika masyarakat Bukittinggi bangga dengan kotanya karena berbagai atraksi menjadikan kota ini semakin terkenal bahkan sampai ke mancanegara.

Hadirnya Jembatan Limpape pada tahun 1995 menambah kebanggaan masyarakat Bukittinggi. Karena selain berfungsi sebagai penghubung Taman Margasatwa dengan Fort de Kock, jembatan ini juga memiliki berbagai desain unik, seperti bagian tengah jembatan yang berbentuk seperti rumah adat Minangkabau.

Periklanan. Gulir untuk melanjutkan membaca.

Memiliki karakteristik yang berbeda dengan jembatan lainnya

Pada umumnya jembatan dibangun hanya untuk menghubungkan satu tempat dengan tempat lain, dengan memperhatikan keamanan dan kenyamanan penggunanya. Namun perlintasan ini sangat berbeda dengan Jembatan Limpape dan memiliki karakteristik yang berbeda dengan jembatan lainnya.

Baca Juga  Pesona Pantai Gatra, Pantai Indah Nan Cantik Bak Raja Ampat di Malang

Jembatan ini menggunakan material terbaik yaitu baja dengan dasar kayu sehingga tidak dapat disangkal awet. Apalagi jembatan yang panjangnya hampir 100 meter dan lebar hampir 4 meter ini menimbulkan sensasi tersendiri saat melintasinya. Karena bergoyang saat menyeberang menimbulkan adrenalin dalam diri Anda.

Jembatan dengan ciri khas Sumatera Barat

Kota Bukittinggi menduduki peringkat kedua kota terbesar di Provinsi Sumatera Barat, sedangkan Kota Padang menempati peringkat pertama. Dengan demikian, Bukittinggi menjadi tantangan besar bagi pemerintah dalam pembangunannya. Seperti halnya pembangunan Jembatan Limpape, selain material yang berkualitas, desain jembatan berciri khas Sumatera Barat juga menjadi perhatian dan perhatian serius.

Wisatawan baik lokal, domestik maupun mancanegara dapat melihat dan menyaksikan bangunan-bangunan yang dibangun di atas jembatan tersebut. Begitu Anda melintasi jembatan dan berada di tengahnya, Anda akan menemukan sebuah bangunan dengan desain rumah adat Minangkabau dan ukiran khas kerajaan Minang.

Alamat dan rute menuju lokasi

Alamat Jembatan Limpape
Foto EL di Google Maps

Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi tempat wisata ini sangat strategis dan mudah ditemukan yaitu di Jalan Ahamd Yani, Benteng Pasar Atas, Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat. Jarak untuk mencapai tempat ini sekitar 1,7 km dari pusat kota Bukittinggi dan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tempat ini hanya sekitar 6 menit.

Jika Anda ingin mengunjungi Jembatan Limpape dan berangkat dari Dinas Sosial Kota Bukittinggi, arahkan kendaraan Anda ke Jalan Syeh Ibrahim Musa. Setelah itu belok kiri ke Jalan Siech Arrasuli, lalu belok kiri ke Jalan Moh Syafey.

Kemudian parkir kendaraan Anda di Jalan Lintas Barat Sumatra. Setelah kurang lebih 1 kilometer belok kiri menuju Jalan Ahmad Yani, ada jembatan di sekitar jalan ini.

Biaya masuk dan jam buka

Jembatan Limpape merupakan jembatan yang menghubungkan dua tempat yaitu Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan dan Benteng Fort de Kock. Wisatawan yang ingin melintasi jembatan tersebut harus berada di salah satu lokasi tersebut. Jika anda berada di salah satu tempat yaitu Taman Margasatwa, Kinantana Culture atau Fort de Kock maka disanalah dikenakan biaya masuk.

Sedangkan harga tiket masuk atau melintasi jembatan ini tidak dipungut biaya. Bagi wisatawan yang ingin berkunjung sebaiknya tiba pada pukul 09.00 WIB karena tempat buka pada jam tersebut. Sedangkan jadwal terakhir mengunjungi objek wisata ini adalah pukul 16.00 WIB.

Baca Juga  Candi Sewu, Candi Buddha Megah & Eksotis Dekat Prambanan

Kegiatan yang menarik

Biaya masuk ke Jembatan Limpape
Foto oleh Melsi Rahayu di Google Maps

Secara umum, selain penyeberangan, tidak ada hal menarik lainnya di jembatan tersebut, apalagi aktivitas menarik yang bisa Anda lakukan di sana. Berbeda dengan Jembatan Limpape, tempat ini tidak hanya berfungsi sebagai penyeberangan saja namun juga menawarkan banyak aktivitas seru yang bisa Anda lakukan!

1. Berburu foto di Jembatan Limpape

Wajar jika generasi muda milenial menjadikan tempat wisata ini sebagai destinasi favoritnya. Karena tempat ini sangat unik, menarik, berdesain klasik, sehingga bisa menambah koleksi foto dan video di akun media sosial anda. Selain itu, desain jembatan ini juga memiliki ciri khas khas bangunan tradisional setempat yaitu yang berasal dari daerah Minangkabau.

Banyak juga spot menarik di jembatan ini yang layak untuk didokumentasikan. Saat berada di bawahnya, keindahan hamparan bangunan dan jembatan begitu indah dan mempesona. Begitu pula ketika bangunan-bangunan yang ada berpotongan dan berada di tengah, maka tampak tajam dan sempurna di dalam foto.

Berbagai pose yang diambil akan membuat fotonya enak dipandang. Pasalnya, desain yang cantik dan dekorasi yang beragam turut menghiasi dokumentasinya. Tempat ini sering dijadikan sebagai spot foto prewedding bagi mereka yang ingin menikah karena tempat ini mempunyai kesenian tersendiri.

2. Kunjungi Fort De Kock.

Selain Jembatan Limpape yang memiliki desain klasik yang unik, menarik, dan memiliki daya tarik yang beragam, terdapat juga berbagai tempat wisata sejarah di sekitar lokasi. Saat berada di jembatan ini, kunjungan ke Fort De Kock adalah suatu keharusan. Pasalnya tempat ini memiliki sejarah yang panjang, baik sejak didirikan pada tahun 1826 maupun difungsikan sebagai benteng.

Fort de Kock merupakan benteng yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Tempat ini berada di atas bukit dan diperuntukan untuk menyerang kaum Padri. Tempat ini sangat bersejarah sehingga menjadi salah satu hal menarik untuk dilakukan ketika mengunjungi jembatan tersebut. Tempat ini banyak dikunjungi oleh siswa dari berbagai sekolah dan daerah, yang selain berwisata juga belajar sejarah.

Baca Juga  Lobang Jepang, Destinasi Wisata yang Sarat Nilai Sejarah di Bukittinggi

3. Mengunjungi Taman Budaya dan Margasatwa Kinantan.

Fort De Kock tidak hanya menjadi objek wisata yang patut dikunjungi saat berada di Jembatan Limpape, namun mengunjungi Taman Budaya dan Margasatwa Kinantana juga menjadi kegiatan yang menarik. Selain pelajar, tempat ini banyak dikunjungi wisatawan lokal, domestik, dan mancanegara.

Merupakan rumah bagi berbagai jenis hewan seperti zebra, rusa, buaya, burung dan hewan lainnya yang menjadi daya tarik wisata dan menarik banyak wisatawan. Selain itu, berbagai pepohonan rindang menambah kesejukan dan kesegaran udara. Jika dipadukan dengan pemandangan alam yang indah dan mempesona, menambah kesempurnaan dan menjadi aktivitas yang menyenangkan.

4. Menikmati kuliner khas Bukitting.

Hal seru terakhir yang bisa dilakukan saat berkunjung ke Jembatan Limpape adalah menikmati kuliner khas Bukitting di area bawah jembatan. Setelah menghadiri acara dan mengunjungi berbagai tempat wisata, Anda mungkin akan merasa lapar dalam perjalanan pulang.

Namun, menyiapkan kuliner di tempat-tempat sekitar kolong jembatan menjadi solusi rasa lapar yang mulai tak terkendali. Di sini Anda bisa memesan beragam kuliner khas Bukitting, mulai dari makanan ringan hingga makanan berat.

Hidangan tradisional maupun modern siap disantap, seperti Sate Danguang Danguang, Sekoteng, Martabak Kubang, Iga Bakar, Nasi Goreng Daging dan masih banyak lagi. Selain itu, Anda juga bisa memesan minuman dingin seperti Es Guess atau lainnya, serta minuman panas, kopi espresso dan sejenisnya.

Fasilitas yang tersedia di kawasan wisata

Hal menyenangkan yang dapat dilakukan di Jembatan Limpape
Foto Kan Ardi di Google Maps

Jembatan Limpape belum mempunyai fasilitas pendukung seperti tempat wisata lainnya seperti toilet, musala, tempat parkir dan lain sebagainya. Sebab tempat ini hanya berfungsi sebagai persimpangan antara Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan dengan Fort de Kock, atau sebaliknya.

Fasilitas pendukungnya terdapat di tiga tempat wisata yaitu Wildlife Park, Kinantana Cultural Center dan Fort de Kock. Meski jembatan tersebut tidak memiliki struktur penahan beban, namun hal tersebut tidak mengurangi keasrian dan keasrian yang ada disana.

Jembatan Limpape menjadi bukti bahwa karya biasa dan sederhana bisa menjadi luar biasa dan mewah jika dikelola oleh orang-orang yang memiliki ide kreatif dan inovatif. Apalagi mengunjunginya menawarkan banyak pengalaman seru, terutama dari segi sejarah dan arsitektur.


databaru.my.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *