Cagar Alam Leuweung Sancang, Destinasi Wisata Hits yang Sarat Mitos di Garut

Ide Wisata41 Dilihat


Benamkan diri Anda di Cagar Alam Leeuweung Sangkang yang mistis di Garut, sebuah destinasi wisata populer yang kaya akan mitos dan keanekaragaman hayati yang langka menambah daya tarik alam yang menarik pengunjung.

Harga tiket: Gratis, Jam kerja: 24 jam, Alamat: distrik Sankan. Sibalong, Kab. Garut, Jawa Barat; Map: Periksa lokasi

Berbicara mengenai pariwisata, Indonesia mempunyai potensi besar di bidang tersebut. Nah, dari Sabang hingga Merauke banyak sekali tempat wisata yang bisa dikunjungi wisatawan baik dari luar daerah maupun luar negeri. Di wilayah Jawa Barat yakni di wilayah Garuta bagian selatan terdapat Cagar Alam Leuweung Sankang yang sangat luas.

Selain sebagai tempat wisata di Garut, cagar alam ini juga sering dijadikan tempat praktek kerja lapangan (PKL) bagi mahasiswa beberapa universitas.

Leveung Sankan merupakan kawasan dengan keanekaragaman hayati flora dan fauna. Dengan demikian, wisatawan bisa sekaligus berwisata sekaligus belajar di tempat ini.

Kabupaten Garut sendiri mempunyai beragam tempat wisata menarik mulai dari wisata alam, wisata peninggalan sejarah hingga wisata modern.

Selain cagar alam ini, wisatawan juga bisa mengunjungi banyak tempat wisata menarik lainnya. Jadi wisatawan bisa mencoba berkunjung ke Garut jika ingin berwisata bersama seluruh keluarga.

Periklanan. Gulir untuk melanjutkan membaca.

Atraksi Cagar Alam Leveung Sankang

Atraksi Leveung Sankan
foto Larangan proyek di Twitter

1. Menyimpan banyak legenda dan mitos.

Cagar alam ini banyak menyimpan cerita-cerita legendaris, salah satu legenda yang paling populer adalah kisah mitologi harimau putih liar. Konon harimau tersebut merupakan titisan Prabu Siliwangi, raja terakhir kerajaan Pajajaran pada zaman dahulu yang terkenal dengan kesaktiannya.

Dalam bahasa Sunda, kata “leuweung” berarti “hutan” dan “sancang” merupakan gambaran seorang raja besar dari kerajaan Padjajaran. Ia sengaja menghindari pertumpahan darah dengan mengisolasi diri. Kerajaan yang tersisa mulai mengalami kemunduran setelah lenyapnya Prabu Siliwangi.

Di hutan Cagar Alam Leveung Sankan, ia mengisolasi diri. Sebelum menghilang, ia memberikan amanah yang berharga kepada masyarakat (Manat Uga Wangsit Siliwangi). “Tapi aing geus euweuh marengan sira, tuh deuleu, kelakuan polah maung” Artinya: Seandainya aku tidak menemanimu, lihat saja tingkah laku harimau itu.

Baca Juga  Coban Jahe, Air Terjun Eksotis yang Sarat Nilai Sejarah di Malang

Hingga saat ini, masyarakat masih percaya bahwa terdapat harimau putih di cagar alam ini, sehingga membuat masyarakat yang ingin merusak atau merusak hutan ini harus berpikir dua kali sebelum melakukannya.

Oleh karena itu, cagar alam di Pasundan ini sering disebut Hutan Karuhun (hutan leluhur).

2. Memiliki keanekaragaman hayati yang langka

Kawasan hutan seluas kurang lebih 2.157 hektar ini dijaga oleh sekitar 9 orang rimbawan. Oleh karena itu, jika seseorang mencuri kayu bakar atau melakukan kejahatan, ia dapat dituntut dan mendapat hukuman yang sangat berat. Hutan Leveung Sankan juga menjadi rumah bagi berbagai jenis flora dan fauna yang tergolong langka dan dilindungi.

Cagar Alam Leeuweung Sankang memiliki tiga jenis vegetasi: hutan tepi sungai, hutan bakau, dan hutan dataran rendah. Spesies flora langka di hutan ini termasuk tumbuhan Dipterokarpus sp (palahlar), Lumnitsera racemosus (kaboa), Excoecoria ocha (warejit), parasit obligat, Rafflesia Patma.

Sementara itu, jenis fauna langka yang masih terpelihara di dalamnya, yakni Pardus macan kumbang (macan tutul jawa), Timor cervus (rusa), Gilobat Moloch (owa jawa), Pavo Muticus (merak) dan seterusnya. Perairannya juga mengandung terumbu karang langka seperti Leptosens sp., Favia sp., spons sp., serta ikan hias Chaetodon sp. DAN Labroides sp.

Beberapa wisatawan mungkin sudah familiar dengan tanaman langka. Rafflesia Patma. Tanaman Rafflesia patma merupakan salah satu dari 15 jenis tanaman Rafflesia yang terdapat di Indonesia.

Tanaman ini berukuran raksasa, tinggi sekitar 25-30 cm, mempunyai ciri khas warna jingga dan mempunyai penyangga berupa lima kelopak bunga.

3. Memiliki tampilan yang estetis dan ekosistem yang beragam.

Selain mengamati langsung berbagai jenis flora dan fauna, Cagar Alam Leeuweung Sankan juga memiliki berbagai ekosistem seperti pohon khas hutan bakau mirip pohon kaboa, pedada, api-api, delima, dan kijinkan. Hutan bakau juga merupakan rumah bagi kepiting bakau dan ikan lumpur.

Selain itu, jika wisatawan beruntung, mereka akan menjumpai satwa liar seperti biawak dan monyet ekor panjang. Cagar alam hutan hujan ini dipenuhi dengan vegetasi kuat seperti bakau dengan akar tegak yang dapat menyelamatkan hutan dari erosi pantai.

Baca Juga  Intip Pesona Pantai Delegan, Pantai Pasir Putih yang Menakjubkan di Gresik

Wilayah pantainya juga banyak mengandung biota sejenis fitoplankton dan tumbuhan alga, sehingga gradasi warna pantainya terlihat sangat indah. Kawasan berpasir juga menyembunyikan ekosistem kepiting. Ekosistem di sana sangat terjaga sehingga satwa liar, biota, dan tumbuhan tidak terganggu.

Selain itu, wisatawan yang datang akan disambut dengan goyangan pohon bakau yang tertiup angin serta suara deburan ombak yang menghantam celah-celah batu. Di Cagar Alam Leveung Sankan, wisatawan dapat menikmati suasana pantai yang tenang dan lautan rona biru kehijauan.

Alamat dan rute menuju lokasi

Harga tiket Leveung Sankan
Foto oleh Kelly Kalimantan di Google Maps

Cagar Alam Leeuweung Sankang terletak di bagian selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat. Untuk mencapai lokasi, wisatawan dapat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat melalui pusat kecamatan Pameungpeuk yang jaraknya kurang lebih 20 km dari Kabupaten Garut. Cagar alam di kabupaten Sibalong ini juga bisa dijangkau dari kota Bandung.

Jarak dari Kota Bandung ke cagar alam sekitar 180 km, dan waktu tempuh perjalanan darat sekitar 3 jam. Untuk mempermudah tugas, wisatawan harus menggunakan Google Peta mendatangi lokasi atau bertanya pada penduduk setempat.

Biaya masuk dan jam buka

Soal biaya masuk, Cagar Alam Leeuweung Sankan di Desa Sankan tidak memungut biaya masuk, sehingga wisatawan bisa masuk ke kawasan wisata secara gratis.

Namun wisatawan akan dikenakan biaya parkir sebesar Rp 10.000. Wisatawan harus mendapat izin dari petugas sebelum masuk.

Jika wisatawan ingin menjelajahi kawasan hutan, mereka harus menuruni sekitar 300 anak tangga. Sesampainya di dasar, terdapat beberapa kuburan yang sering didatangi warga sekitar untuk berziarah. Selain itu, di sekitar kuburan terdapat tempat bermain hewan langka yaitu siamang jawa.

Kegiatan yang menarik

Liburan aktif di Leveung Sankang
Foto oleh Kofida Chanel di Google Maps

Saksikan beragam flora dan fauna langka.

Disebut Cagar Alam Leveung Sankan karena suatu alasan. Banyak perwakilan flora dan fauna langka yang tinggal di sini, yang dapat disaksikan langsung oleh wisatawan yang berkunjung.

Kawasan wisata alam indah ini terbagi menjadi hutan bakau, hutan pantai, dan hutan dataran rendah serta berisi beragam flora dan fauna langka.

Menariknya, kawasan cagar alam ini di beberapa titik dijaga oleh polisi hutan agar masyarakat yang berniat jahat tidak berani melakukan kejahatan di sana.

Baca Juga  Pantai Bali Lestari, Pantai Pasir Putih di Serdang Bedagai yang Pesonanya Mirip Pulau Bali

Flora dan fauna langka hidup dan tumbuh di cagar alam ini tanpa takut akan gangguan perburuan atau ulah orang-orang jahil.

Berkemah sambil menikmati pemandangan yang indah

Wisatawan juga bisa menikmati berkemah bersama teman-teman di cagar alam ini. Karena ini merupakan kawasan hutan dan banyak terdapat satwa liar, maka peserta perkemahan tidak perlu membawa makanan dengan aroma yang menyengat agar satwa liar tidak terpikat ke dalam tenda.

Yang juga perlu diperhatikan adalah tidak ada persewaan tenda atau perlengkapan wisata lainnya di sini, sehingga wisatawan harus membawa sendiri segala kebutuhannya. Terkait tempat berkemah, peserta perkemahan juga harus memastikan bahwa mereka memilih tempat yang tepat untuk menjamin keamanan.

Berburu Foto di Cagar Alam Levveung Sankang

Ada banyak spot foto menarik di kawasan Cagar Alam Levweung Sankan. Apalagi berbagai jenis tumbuhan langka hidup di sini, yang tidak dapat ditemukan di hutan lain. Wisatawan tidak diperbolehkan mengumpulkan atau mencabut tanaman dan bunga yang ada di hutan.

Fasilitas yang tersedia di kawasan wisata

Fasilitas Leeuweung Sankan
Foto Bambang Supriatno di Google Maps

Dari segi fasilitas, wisatawan tidak perlu khawatir karena tersedia lahan parkir yang cukup luas. Saat meninggalkan kendaraan, pastikan semua pintu kendaraan tertutup rapat dan terkunci karena banyak terdapat hewan liar di hutan. Hal ini dilakukan untuk mencegah hewan masuk ke dalam mobil.

Selain itu, Cagar Alam Leveung Sankan juga memiliki lahan yang luas untuk berkemah. Satu hari saja tidak cukup untuk menjelajahi kawasan cagar alam, sehingga wisatawan bisa mendirikan kemah di sana.

Jika wisatawan tidak ingin mengambil risiko mendirikan kemah di kawasan hutan, ada sejumlah hotel atau vila yang terletak sangat dekat dengan cagar alam. Wisatawan bisa memilih hotel atau villa sesuai budgetnya.

Cagar Alam Leeuweung Sangkang menjadi destinasi wisata yang cocok dikunjungi jika wisatawan berencana menghabiskan liburannya di Kabupaten Garut. Pastikan kendaraan dan jenazah dalam kondisi baik agar aktivitas wisata di sana tidak bermasalah.




databaru.my.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *