Makam Raja-Raja Imogiri, Wisata Ziarah yang Sarat Sejarah di Bantul Jogja

Ide Wisata28 Dilihat


Makam Kerajaan Imogiri, tempat ziarah wisata sejarah di Bantul Jogja dengan sentuhan misteri di tangga Makam Imogiri.

Harga tiket: Gratis, Jam kerja: 13.30–16.00 WIB, Alamat: Karang Kulon, Kecamatan Vukirsari. Imogiri, Kab. Bantul, DI Yogyakarta; Map: Periksa lokasi

Makam Raja-Raja Imogiri merupakan sebuah kompleks pemakaman di Bantul yang disebut juga Pesaren, sebagai tempat peristirahatan raja Mataram sebelumnya dan keluarganya. Kompleks pemakaman ini terbagi menjadi 4 bagian: Kasultanagungan, Pakubuwanan, Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta.

Imogiri berasal dari dua kata dasar yaitu Hima dan Giri. Hima artinya kabut dan Giri artinya gunung atau bukit. Jadi, jika digabungkan, Imogiri berarti kurang lebih kabut di pegunungan. Memang lokasi Makam Raja-Raja di Jogja terletak di ketinggian perbukitan, sehingga pengunjung harus menaiki tangga terlebih dahulu.

Bukan tanpa alasan tempat-tempat yang berbukit atau bergunung-gunung dipilih. Kebudayaan, adat istiadat dan kepercayaan pada masa itu sangat erat kaitannya dengan agama Hindu. Salah satu kepercayaannya adalah semakin tinggi letak kuburan maka semakin tinggi pula pangkat dan kewibawaannya. Mereka percaya bahwa nenek moyang mereka tinggal di dataran tinggi, terutama perbukitan dan pegunungan.

Daya Tarik Makam Raja-Raja Imogiri

Shutterstock Daya Tarik Makam Raja-Raja Imogiri
Foto oleh Patriciusluky di Shutterstock

Dikenal sebagai tempat wisata religi dengan berbagai hal mistis, Makam Raja Imogiri mempunyai banyak daya tarik unik. Beberapa orang yang berkunjung mungkin akan merasakan aura hantu saat berada di dalam makam. Orang lain mungkin merasa hal itu tidak masuk akal bagi mereka.

1. Sejarah makam raja-raja Imogiri

Pesarean Raja Imogiri dibangun oleh Prabu Hanyokrokusumo, Sultan Agung Mataram III. Pembangunannya dimulai pada tahun 1632, bahkan sebelum Indonesia merdeka, yakni pada masa penjajahan Belanda. Tentu saja pemilihan lokasi makam tersebut tidak dilakukan secara kebetulan, karena ada cara unik yang dianggap mistis oleh sebagian orang.

Periklanan. Gulir untuk melanjutkan membaca.

Pemilihan lokasi makam Raja Imogiri terinspirasi saat Raja Hanyokkrokusumo menunaikan ibadah haji ke Mekkah. Saat itu, ia sudah berencana membangun makam untuk mengenang leluhurnya sekaligus menghormati mereka. Setelah melempar batu kecil ke arah juri, Anda mendapat ide untuk lokasi pemakaman.

Sesampainya di Jogja, ia melempar batu kecil. Tujuannya, di tempat batu itu berhenti, akan dibangun makam raja-raja Imogiri. Ada pula cerita yang mengatakan bahwa Raja Hanyokkrokusumo melemparkan sebidang tanah yang dibawa dari Mekkah, lalu berubah menjadi Bukit Imogiri.

Baca Juga  Pulau Pisang, Wisata Bahari Tersembunyi di Pesisir Barat yang Kaya Pesona

2. Misteri Tangga Makam Imogiri

Dibangun di atas perbukitan, tentunya Anda harus menaiki tangga untuk mencapai makam tersebut. Masing-masing anak tangga dibangun sangat berdekatan, tujuannya untuk memudahkan pengunjung dalam mengenakan pakaian adat saat berziarah ke makam raja-raja Imogiri. Uniknya, setiap orang yang menghitung langkah akan menemukan angka yang berbeda-beda.

Ini adalah misteri yang belum terpecahkan, baik alasan maupun kebenarannya. Namun satu hal yang jelas: ada tangga belakang, dan berbeda dengan tangga lainnya. Konon anak tangga berwarna hitam itu merupakan bagian tubuh Tumenggung Endronoto yang dipancung karena makar.

3. Keunikan konstruksi makam

Daya tarik makam raja-raja Imogiri selanjutnya adalah arsitektur bangunannya. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, budaya Hindu pada masa itu masih kental sehingga perpaduan antara budaya Islam dan Hindu sangat jelas terlihat. Pembangunannya sendiri dipimpin langsung oleh Kiai Tumenggung Citrokusumo.

Bata merah merupakan material utama setiap bangunan penghias lokasi pemakaman. Uniknya, batu tersebut tidak direkatkan dengan semen seperti bangunan saat ini. Saat itu yang memungkinkan adalah dengan cara Kosoda, yaitu menggosok dua permukaan batu dengan penambahan sedikit air hingga keluar cairan kental.

Saat ini cara tersebut sudah tidak bisa digunakan lagi karena bahan pembuatan batu bata sudah berbeda dengan bahan-bahan sebelumnya. Saat Anda menaiki tangga, Anda akan disambut oleh tiga gerbang dengan desain berbeda. Pertama adalah Gerbang Supit Urang yang merupakan area umum makam raja-raja Imogiri.

Gerbang kedua disebut Paduraksha dan memiliki atap dengan desain sayap di kedua sisinya. Ada makna dalam penggunaan kedua sayap ini, yaitu melambangkan terbangnya burung sebagai falsafah ruh meninggalkan jasad. Sedangkan yang terakhir adalah kawasan suci yang disebut Kedhaton, di mana semua pengunjung wajib mengenakan pakaian adat saat masuk.

4. Ada tong suci

Saat Anda menaiki tangga menuju ruang makan utama, Anda akan melihat 4 tong besar yang disebut Padasan. Gentong ini letaknya persis di pintu gerbang utama makam raja-raja Imogiri atau yang disebut Supit Urang. Laras tersebut konon diterima dari sahabat kerajaan Sultan Agung, Prabu Hanyakrakusum di Turki.

Baca Juga  Danau Tamblingan, Wisata Alam di Buleleng yang Pesonanya Memiliki Tiga Danau Kembar

Ia menggunakannya sebagai tempat wudhu sebelum berangkat salat Jumat di Mekkah. Pada saat itu, Raja Hanyakrakusuma diyakini menggunakan Jayakavijaya sebagai alat teleportasi cepat dari satu daerah ke daerah lain. Selain gentong, banyak pusaka keluarga peninggalan raja-raja terdahulu juga disimpan dengan baik di sini.

Alamat dan rute menuju lokasi

Shutterstock Alamat Makam Raja-Raja Imogiri
Foto oleh AntxPhotoStock di Shutterstock

Makam Raja-Raja Imogiri terletak di Desa Girirejo dan Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jarak dari Keraton Yogyakarta sekitar 16 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Menemukan makam yang dianggap keramat oleh sebagian besar penghuninya ini tidaklah sulit.

Dari Jogya silahkan menuju Kabupaten Bantul lalu ke Terminal Giwangan. Dari terminal, jalan lurus hingga bertemu Jalan Imogiri Selatan. Anda akan menemukan pertigaan setelah sekitar 20 kilometer. Dari sini banyak sekali tanda-tanda yang bisa Anda jadikan panduan hingga tiba di lokasi.

Biaya masuk dan jam buka

Seperti wisata religi pada umumnya, tidak dipungut biaya masuk ke makam raja-raja Imogiri. Terdapat kotak amal sederhana yang ditempatkan di beberapa sudut strategis bagi pengunjung yang ingin menyumbangkan uang tambahan. Hal ini tidak perlu, namun tetap disarankan untuk mengisi sebanyak mungkin untuk menjaga kuburan.

Jika Anda datang dengan mobil, Anda perlu membayar biaya parkir sebesar Rp 2.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk mobil. Tempat wisata religi di Jogja ini buka setiap hari kecuali bulan Ramadhan. Namun ada kalanya pengunjung memadati area sekitar makam, biasanya pada malam Jumat dan bulan Syawal.

Kegiatan yang menarik

Shutterstock Kegiatan Makam Raja-Raja Imogiri
Foto oleh AntxPhotoStock di Shutterstock

Makam Raja-Raja Imogiri tidak menawarkan hiburan seperti tempat wisata lainnya. Hal ini wajar karena merupakan tempat wisata religi, sehingga sebagian besar kegiatannya tentunya berkaitan dengan agama.

Ziarah untuk mendoakan raja-raja Imogiri

Setiap orang yang berkunjung ke makam suci Imogiri mempunyai tujuan yang berbeda-beda. Ada orang yang mencari berkah agar semua urusannya dimudahkan. Ada juga yang ingin kaya, seolah-olah meminta hadiah. Namun tujuan yang paling dianjurkan adalah menunaikan ibadah haji dengan niat yang baik, seperti mendoakan raja terdahulu dan mengenang jasa-jasa beliau.

Mengikuti ritual rutin

Kegiatan berikut ini merupakan ritual umum yang dilakukan setiap tahunnya. Dalam setahun, setidaknya harus diadakan 3 acara di makam raja-raja Imogiri, yaitu Syaban (Ruwa), bulan Muharram (Suro) dan hari berdirinya Kesultanan Mataram. Setiap hari raya memiliki ritual yang berbeda-beda dan cukup menarik.

Baca Juga  Intip Pesona Pantai Gandoriah, Pantai Indah yang Memukau di Pariaman

Pada bulan Muharram diadakan perayaan dengan ritual mencuci tong suci dan mengisinya. Lain halnya jika bulan Sya’ban dirayakan dengan doa bersama untuk para leluhur. Sementara itu, dalam rangka memperingati berdirinya Kesultanan Mataram, diadakan khotbah ritual yang tidak dipungut biaya bagi seluruh warga dan pengunjung.

Pelajari sejarah Kerajaan Yogyakarta

Saat anda berada di Makam Raja-Raja Imogiri, ada seorang pemandu bernama Penjaga Makam atau lebih dikenal dengan sebutan Tukang Kunci. Mereka mengetahui sejarah berdirinya kerajaan Mataram dan perjuangan raja-raja sebelumnya. Oleh karena itu, tidak ada salahnya menanyakan pertanyaan-pertanyaan terkait sejarah kepada mereka.

Mengambil air dari tong suci

Empat gentong keramat pada pintu gerbang pertama akan dibersihkan dan diisi pada bulan Muharram. Tong tersebut diisi hanya setahun sekali bertepatan dengan ritual ini. Pengunjung dapat membawa air.

Ada yang beranggapan air gentong atau Padasana memiliki beragam khasiat untuk mengobati berbagai penyakit. Namun, tentu saja pendapat ini kembali lagi pada individu masing-masing. Jika anda berminat silahkan ambil botol kecil dan jangan lupa isi kotaknya untuk amal.

Fasilitas yang tersedia di kawasan wisata

Shutterstock Makam Raja Imogiri
Foto oleh AntxPhotoStock di Shutterstock

Meski hanya sekedar objek wisata religi, namun Makam Raja-Raja Imogiri nyatanya memberikan berbagai layanan penunjang bagi pengunjung yang berkunjung. Tempat parkir yang cukup luas selalu menjadi tempat yang aman untuk penyimpanan sementara kendaraan. Di setiap kompleks makam terdapat toilet yang tersebar di beberapa tempat.

Tak sulit menemukan musala di sekitar makam, karena sebagian besar penduduk setempat beragama Islam. Situs lainnya adalah kios yang menempati titik strategis di luar makam. Ada juga tempat duduknya, meski tidak banyak. Jika Anda ingin bertanya lebih lanjut mengenai sejarah makam, silakan menghubungi juru kunci yang juga memberikan layanan informasi.

Makam Raja-Raja Imogiri yang berusia ratusan tahun menjadi saksi kejayaan, naik turunnya kerajaan Mataram saat itu. Kompleks pemakaman ini juga menjadi bukti bahwa Yogyakarta selalu bersatu dalam satu pemerintahan, meski ibu kota kerajaan sudah berpindah-pindah berkali-kali.


databaru.my.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *