Taman Sari Jogja, Pesona Keindahan Istana Air & Mitos yang Membaluti

Ide Wisata34 Dilihat


Jogja terkenal dengan candi dan istananya yang perpaduan keduanya menarik banyak perhatian wisatawan. Termasuk Taman Sari, salah satu tempat bersejarah di Jogya yang keindahannya dikaitkan dengan mitos.

Harga tiket: 5000 rupee Indonesia, Jam kerja: 09.00–15.00 WIB, Alamat: Patahan, Kec. Kraton, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta; Map: Periksa lokasi

Yogya memang destinasi yang paling cocok untuk berlibur bersama keluarga dan sahabat. Pasalnya, banyak tempat wisata yang menarik dan menawan untuk dikunjungi. Budaya dan kehidupan masyarakatnya juga sangat damai. Tata ruang dan tata kelola kota ini terbilang unik dibandingkan daerah lain di Indonesia.

Banyak orang mengenal Jokya sebagai kota pelajar karena merupakan rumah bagi kampus tertua dan terbesar. Banyak juga yang mengenalnya sebagai kota budaya karena kehidupan seniman dan tradisi leluhur yang selalu terjaga. Menjadi kawasan dengan bangunan-bangunan yang didominasi arsitektur klasik kuno, tentu memberikan kesempatan bagi para sejarawan untuk mengkajinya sebagai bukti sejarah.

Pantai, pura, kampus, dan bangunan tua menjadi daya tarik utama. Salah satunya adalah Taman Sari, tempat yang lekat dengan sejarah keraton dan menawarkan wisata budaya dengan suasana klasik dan mistis. Mulai dari keberadaan istana air dan diakhiri dengan masih banyak mitos lain yang menyertainya.

➥ Cek promosi hotel di Jogja

Fakta Sejarah Taman Sari Jogja

Shutterstock Objek Wisata Taman Sari Jogya
Foto oleh NaughtyNut di Shutterstock

Pesona Taman Sari Jogya sarat dengan banyak fakta sejarah dan juga mitos yang terkait dengannya. Mempelajari keduanya merupakan hal penting yang dapat Anda lakukan sebelum memutuskan untuk berkunjung. Berikut faktanya:

Periklanan. Gulir untuk melanjutkan membaca.

1. Taman Keluarga Istana

Kejayaan Keraton Yogyakarta tergambar jelas pada harta karun yang terdapat pada setiap bangunannya, serta peninggalan-peninggalan lain yang masih terpelihara hingga saat ini. Pada masa Kesultanan Ngayokyakarta Hadiningrat terdapat banyak tempat yang disinggahi raja dan keluarganya, salah satunya adalah Taman Sari. Dahulu di situs ini terdapat sebuah taman tempat raja dan keluarganya berbincang.

2. Dibangun di atas tanah Pesanggrahan Garjitavani.

Sebelum Anda memutuskan untuk mengunjunginya, satu hal yang perlu Anda ketahui adalah sejarah pembangunannya. Taman Sari atau Istana Air dibangun di lokasi reruntuhan istana sebelumnya. Tempat ini populer dengan sebutan Pesangrahan Garjitavani. Didirikan pada tahun 1758 hingga 1765 pada masa pemerintahan Hamengku Buwono I.

3. Julukan “Taman Wangi”.

Luasnya sekitar 10 hektar, terdapat 57 bangunan di atasnya. Bagiannya antara lain kolam renang, danau buatan, saluran air, jembatan gantung, lorong bawah tanah dan masih banyak lagi. Saat itu keberadaannya menjadi bagian kekayaan Kesultanan hingga tahun 1812.

Baca Juga  Stone Garden, Mengintip Pesona Taman Batu Purba di Padalarang Bandung

Bangunannya sangat megah dan menawan, dengan pepohonan dan deretan bunga yang harum. Ini adalah tempat favorit keluarga kerajaan untuk beristirahat dan melepas penat. Keindahan dan suasana alamnya kemudian memunculkan julukan baru. Taman wewangian.

➥ Tour 1 hari ke Jogja (Pemandangan laut Heha, bukit Becici, hutan pinus Pengger)

4. Biaya pembangunan ditanggung Bupati Madiun.

Taman Sari merupakan sebuah bangunan megah dan sangat mewah yang biaya pembangunannya tentu tidak sedikit. Namun tahukah Anda, meski wilayah ini termasuk dalam aset Kesultanan Jog, namun pembiayaannya dilakukan oleh Bupati Madiun. Hal itu dilakukan Tumegung Pravirosentiko agar wilayah pemerintahannya bisa terbebas dari beban kewajiban perpajakan.

5. Arsiteknya berasal dari Portugal

Demag Teguise merupakan warga negara Portugal yang ditugaskan menjadi arsitek bangunan Istana Air. Oleh karena itu tidak mengherankan jika gaya arsitekturnya begitu erat kaitannya dengan gaya Jawa-Eropa. Pelaksanaannya dilakukan di bawah arahan dan pengawasan Tumenggung Mangundipuro kemudian digantikan oleh Pangeran Notokusumo sampai selesai.

6. Sebagai tempat perlindungan

Tempat ini awalnya dimaksudkan sebagai sarana pertahanan kerajaan. Namun karena keindahan detail bangunan dan komponen penyusunnya, akhirnya lebih banyak digunakan sebagai tempat bersantai. Kolam air yang indah, danau yang mempesona, pemandian yang menakjubkan dan beberapa tempat lainnya menjadi alasan utama perubahan awal fitur.

7. Mempunyai nilai filosofis

Keistimewaan objek wisata sejarah ini adalah mempunyai nilai filosofis. Ada dua nilai yang salah satunya adalah kesenangan duniawi. Kesan ini terlihat jelas pada desain kolam renangnya yang indah. Pada bangunan induk terdapat sumur dengan hemulasi yang dimaknai sebagai semacam ujian hidup bagi seseorang. Letaknya di dekat mihrab melambangkan kekuasaan Ilahi.

8. Pemandian Permaisuri Istana

Pada masa kesultanan sebelumnya, Taman Sari merupakan tempat pemandian permaisuri keraton. Tak heran jika desainnya sangat cantik dan cantik. Setiap sudutnya juga memiliki corak menawan, cantik, dan sangat tahan lama. Keberadaannya masih bisa dinikmati hingga saat ini.

9. Warisan budaya

Berbagai cerita Taman Sari berikutnya diberi status warisan budaya. Dimana keberadaannya menjadi saksi bisu berbagai peristiwa dan kemajuan yang telah terjadi pada masa pemerintahan Kesultanan sebelumnya hingga saat ini. Nilai arsitektur detailnya mewakili warisan budaya yang perlu dilestarikan agar dapat menjadi arsip ilmiah bagi generasi mendatang.

10. Usianya lebih dari 200 tahun.

Situs cagar budaya ini didirikan pada masa pemerintahan Hamengkubuwono I, sekitar tahun 1785. Jika Anda menghitungnya, sekarang usianya sudah lebih dari 200 tahun. Pesona tampilannya terlihat sangat kuno namun menawan berkat perpaduan arsitektur klasik Eropa dan Asia. Hingga saat ini, berbagai kenangan yang tersembunyi masih terlihat di sisa-sisa puing.

Baca Juga  Pulau Kapuk, Pulau Tersembunyi di Aceh Besar yang Kaya Nilai Sejarah

11. Mengalami kerusakan akibat gempa di Jogja.

Bangunan kokoh yang Anda lihat saat ini telah mengalami beberapa kali renovasi, termasuk salah satunya pada tahun 2006. Saat itu terjadi gempa kuat yang meluluhlantahkan wilayah Kesultanan Jogja.

Beberapa bagian Taman Sari juga mengalami kerusakan. Perbaikan kemudian dilakukan untuk menjaga beberapa bagian yang masih bisa diservis. Sehingga kini masih bisa diabadikan sebagai destinasi wisata budaya yang banyak dikunjungi orang.

12. Dijuluki Istana Air.

Kolam dengan fitur air di sekitarnya mengubahnya menjadi istana air. Masih banyak bagian serupa lainnya yang mendominasi seperti danau, pemandian, dan sumur. Bahkan pada zaman dahulu kala, raja-raja datang ke tempat ini dengan menggunakan kano, yang menandakan bahwa kawasan ini merupakan perairan.

➥ Paket Tour Jogja selama 4 hari 3 malam ke destinasi wisata populer

13. Memiliki dua danau yang sangat bagus.

Karena wilayah ini didominasi oleh unsur air, terdapat juga dua danau, yang menjadi keunggulannya. Segaran adalah nama yang diberikan untuk keduanya yang berarti lautan. Letaknya di sisi timur Pulau Gedong, dan sisi barat Pulau Kenanga. Dihubungkan oleh saluran yang memotong jalan di antaranya Platform Magang Dengan Kamandungan Kidul.

14. Mempunyai fungsi keagamaan.

Beberapa bagian dibangun sebagai tempat ibadah, seperti Gumuling dengan baik yang dulunya digunakan sebagai masjid. Selain itu, terdapat juga ruang meditasi yang terletak di Pulau Panembung. Keduanya terletak di tengah kolam. segar, dengan semburan air yang lebar.

Mitos Indahnya Istana Air Jogja

Koridor menghadap Pantai Selatan

Ada rumor yang beredar di masyarakat bahwa gang di kawasan Taman Sari merupakan penghubung supranatural menuju Pantai Selatan. Konon jalur ini dulunya digunakan sebagai pintu keluar evakuasi. Terdapat dua bagian bawah tanah yaitu Sumur Urung-urung Timur dan Sumur Urung-urung Gumuling yang keduanya memiliki tinggi 45 meter dan 39 meter.

Titik pertemuan dengan Ratu Selatan

Banyak mitos yang beredar di kalangan warga sekitar bahwa salah satu tempat tersebut dulunya merupakan tempat pertemuan Ratu Kidul dan Raja. Cerita berkembang karena ada masyarakat yang percaya bahwa keraton tersebut memiliki hubungan mistis dengan Pantai Selatan. Namun kenyataannya letak bangunan ini berada pada sumbu lurus khayalan yang menghubungkan Gunung Merapi dan Pantai Parangtritis.

Baca Juga  Pantai Barombong, Pesona Keindahan Alam, Ombak Tenang & Matahari Tenggelam Memukau di Makassar

Alamat dan rute menuju lokasi

Shutterstock Acara Taman Sari Jogya
Foto oleh Sony Herdiana di Shutterstock

Secara administratif, situs bersejarah ini terletak di kawasan Desa Wisata Patekhan, Kecamatan Karton, Yogyakarta. Dimana dulunya wisma istana berada. Letaknya di dekat Keraton Kesultanan Yogyakarta.

Rute untuk mencapai tempat ini dimulai dari pusat kota dan menuju ke selatan menuju Keraton Jogya. Jalan tersebut memakan waktu sekitar 1 kilometer. Setelah itu cari alun-alun, sesampainya di barat pergi. Dari sana, belok kiri di persimpangan pertama, lalu ikuti rambu di setiap sisi jalan.

Biaya masuk dan jam buka

Menjadi salah satu tempat bersejarah yang tak pernah sepi pengunjung, daya tariknya tentu berhasil menarik perhatian setiap orang yang melihatnya. Bangunan yang menempati lahan seluas lebih dari 10 hektar ini memiliki keindahan dan keunikan yang luar biasa. Desainnya yang klasik dan mengesankan membuat banyak orang datang untuk mengambil foto.

Informasi tambahan: Terdapat tiket untuk memasuki kawasan ini. Biaya yang dikenakan per pengunjung berkisar Rp5.000 untuk wisatawan lokal dan hingga Rp12.000 untuk wisatawan asing. Perlu diketahui juga bahwa jika Anda datang dengan kamera profesional, Anda harus membayar lagi sebesar Rp 2.000.

Anda yang ingin mengetahui lebih jauh tentang bangunan-bangunan di setiap sudutnya bisa menyewa pemandu dengan biaya Rp 25.000. Sedangkan untuk memarkir mobil, Anda harus menyetorkan Rp 2.000 untuk roda dua dan Rp 5.000 untuk roda empat. Semua informasi ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan baru yang berlaku.

Fasilitas yang tersedia di kawasan wisata

Shutterstock Objek Taman Sari Jogya
Foto oleh Jaya Tree Hartono di Shutterstock

Fasilitas yang ada di Taman Sari sangat lengkap mulai dari tempat parkir, akomodasi, tempat makan, toko oleh-oleh hingga layanan pemandu. Selain itu, ada tempat menarik yang bisa dijadikan lokasi foto keren dengan suasana klasik. Bagi Anda yang ingin menunaikan ibadah wajib, bisa memanfaatkan masjid yang ada di komplek tersebut.

Perjalanan liburan Anda pasti akan sangat menyenangkan karena infrastrukturnya nyaman dan kaya. Pihak manajemen sudah berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan kepada pengunjung yang datang. Kebersihan, keamanan dan kenyamanan sudah menjadi prioritas utama.

Itulah beberapa hal terkait mitos dan fakta Taman Sari Jogja. Keasliannya mengingatkan kita pada kemegahan masa lalu yang menjadi inti peradaban masa kini. Bepergian untuk bersenang-senang boleh saja, namun mendapatkan pengetahuan berharga tentang sejarah yang menciptakannya adalah nilai tambah.


databaru.my.id